Copyrights @ Journal 2014 - Designed By Templateism - SEO Plugin by MyBloggerLab

Selasa, 21 Februari 2017

Cara Packing Carrier

Tas carrier memiliki kapasitas yang besar untuk membawa perlengkapan kita selama berada di gunung. Kapasitas yang besar tersebut berpeluang akan membuat berat yang ditanggung oleh tas carrier akan semakin besar, sedangkan tas carrier tersebut akan digendong oleh kita selama kegiatan pendakian. Diperlukan cara packing carrier yang benar agar kita merasa nyaman dan tidak cepat merasa pegal karena membawa carrier selama berkegiatan di gunung.

1. Kelompokan Barang

Pengelompokan barang dimaksudkan untuk mempermudah dalam pencarian barang tersebut ketika diperlukan. Pengelompokan barang juga akan mengurangi resiko lupa akan seuatu barang, karena biasanya satu barang akan berhubungan dengan benda lainnya. Semisal saat Anda mengambil tabung gas, pasti Anda akan memeriksa dimana kompor dan alat masak lainnya. Pastikan benda yang akan Anda bawa adalah barang yang telah Anda buat daftarnya, sehingga akan mengurangi membawa barang yang tidak perlu dan membuat tidak ada barang yang tertinggal.

2. Siapkan Kantong Anti Air

Setelah barang-barang tersebut siap sesuai dengan kategorinya, masukanlah ke dalam kantong anti air. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar barang bawaan tidak basah apabila terjadi hujan. Pastikan kantong anti air tersebut menutup rapat pada barang bawaan Anda seperti sleeping bag, kaos atau sejenisnya, karena hawa dingin bisa masuk dan membuat barang tersebut terasa lembab dan kurang nyaman saat pertama kali dipakai.
Tujuan lainnya adalah untuk memudahkan dalam mengambil barang sesuai kategori dalam tas carrier Anda, menghindarkan barang-barang Anda berceceran di dalam tas carrier Anda.

3. Atur Penempatan

Ada 2 prioritas penempatan barang dalam tas carrier, pertama adalah dengan prioritas berat, yang kedua adalah prioritas kebutuhan.


Warna merah: beban berat kita letakkan mendekat ke punggung dan berada di bagian setengah carrier ke atas. Tujuannya adalah membuat beban berat tidak bertumpuk pada pinggang dan paha Anda. Pundak Anda akan berperan dalam menopang beban tersebut. Benda berat tersebut semisal air atau beras.
Warna orange: berat benda ini berukuran sedang, seperti nesting, kompor. Diletakkan dibawah benda berat guna menopang agar tidak meluncur ke bawah.
Warna kuning: barang ringan yang jarang kita gunakan, seperti menempatkan sleeping bag dan baju ganti di bawah, kemudian menempatkan gulungan tenda pada bagian yang mudah dijangkau.
Warna hijau: pada daerah ini kita meletakkan barang dengan sifat ringan yang bisa ditekan ukurannanya, serta yang sering digunakan ketika kondisi mendesak. Seperti mantel, flysheet, cemilan atau tisu bawah.

4. Seimbangkan Tas Carrier

Tas carrier Anda harus dalam posisi seimbang. Cara mengetesnya adalah dengan mendirikannya, jika miring ke satu arah, maka segera atur kembali barang yang ada di dalam tas carrier Anda. Tas carrier yang seimbang akan memudahkan Anda dalam bergerak dan melaju di alam bebas.

5. Sisipkan Benda di Luar Tas Carrier

Tas carrier biasanya memiliki saku-saku kecil di sekitaranya, bisa kita gunakan untuk menempatkan semisal botol minum atau alat pemotong dengan sarungnya. Matras juga bisa kita sisipkan di samping tas carrier dengan posisi vertikal.
Barang kecil lainnya seperti korek, kompas, senter kecil bisa kita sisipkan di kantong baju kita. Pastikan benda-benda tersebut tidak mengganggu gerakan kita.

6. Jangan Lupa Untuk Membawa Tas Kecil

Tas kecil sangat berguna untuk membawa benda kecil dan berharga, seperti dompet, ponsel, plester, kamera saku dan sebagainya. Tas kecil ini ditujukan untuk kemudahan dalam mengambil dan menyimpan benda-benda berharga yang sering kita pakai.

7. Peletakkan Matras

Baik di dalam atau di luar tas carrier, pastikan matras Anda dalam posisi vertikal. Jangan meletakkan matras dalam posisi horisontal karena lebarnya akan lebih lebar dari badan Anda. Hal ini menyebabkan gerakan Anda bisa terganggung ketika matras tersebut menabrak atau tersangkut sesuatu. Penempatan matras di dalam tas carrier memiliki kekurangan dan kelebihan sebagai berikut.
+ Carrier akan terlihat kokoh, mudah mengatur packing karena dinding carrier menjadi keras
+ Bagian samping terlindung dari rembesan air.
+ Melindungi gesekan lapisan dalam tas carrier dengan benda-benda yang di bawa.
 Ruangan dalam tas carrier akan berkurang
 Tidak bisa melepas matras saat istirahat karena sudah terjepit.
 Mengeluarkan matras baru bisa dilakukan dengan mudah setelah sebagian besar barang telah dikeluarkan dari dalam carrier.
 Untuk tas berbentuk melengkung, matras gulungan tidak bisa dimasukkan ke dalam tas carrier, solusinya dengan membawa matras aluminium.
Sedangkan, penempatan matras di luar tas carrier memiliki kekurangan dan kelebihan sebagai berikut.
Membuat ruang di dalam tas carrier lega
Mudah ketika matras akan digunakan sewaktu-waktu
– Akan basah ketika kehujanan, solusinya adalah menutup kedua ujung matas dengan plastik.
– Bagi beberapa orang, menyisipkan matras di luar tas carrier akan menggangu gerak mereka.





Pendakian Gunung Gede 2958mdpl via Gunung Putri

Akhirnya setelah sekian lama saya tunggu-tunggu, dari tahun kemarin pengen naik gunung yang satu ini di tolak mulu, jual mahal banget asli pihak TNGPP, pada awal april tepatnya tanggal 3 April saya berhasil mendapatkan "hati" si gunung ini. Saya sendiri sebetulnya sadar, kok gunung yang jauh-jauh kaya gunung Sumbing maupun Lawu di jabanin, tapi yang deket banget sama rumah kok belum pernah. Jodoh dateng pasti dan tanggal 3 April pendakian saya menuju gunung yang kata orang-orang si mainstream buat anak Jabodetabek, tapi menurut saya ini adalah suatu yang luar biasa karena ini pertama kalinya saya mendaki gunung yang ada di Jawa Barat, yang keindahannya ga di ragukan lagi seperti di puncak dan lembah surya kencananya, Gunung Gede!



Pendakian dari start point berdoa menuju hutan sudah mulai menanjak. Memang jalur putri memang terkenal dengan terjalnya medan tetapi lebih cepat dan langsung bertemu dengan surya kencana nantinya. Penulis sendiri pun gatau selama perjalanan sudah sampai di pos berapa, sebab tidak ada tulisan pos nya dan hanya terdapat saung-saung untuk duduk maupun berteduh. Setelah memasuki hutan yang treknya cukup menguras tenaga, perjalanan selama 45 menit kami tiba di Pos Legok Leunca atau kalo diartiin pos selamat datang.

Setibanya di pos selamat datang, cuaca mendadak bergemuruh dan petir menyaut satu sama lain. Ga lama, byuur, hujan yang cukup deras pun turun. Kami tidak berfikiran untuk berteduh sebab cuaca sangat dingin. Kami memaki jas hujan dengan cepat di pos Legok Leunca dan melanjutkan perjalanan dengan tujuan surya kencana.

Hujan yang semakin deras tetep kami lalui sama-sama, jalur yang seperti kobangan penuh dengan lumpur, air yang deres banget jatuh di jalur jadi uda kaya sungai menjadi tantangan sendiri bagi kami. Saat hujan belum berhenti, langkah kami pun juga tidak ikut berhenti sampai kami semua juga tidak tahu sudah sampai pos mana. Akhirnya tepat jam 3 lebih hujan pun reda dan kami pun terkejut karena sudah melewati shelter III dan sudah dekat dengan pos 3 atau pos terakhir sebelum surya kencana (kata temen saya yang pernah naik ke gede duluan).

Ternyata setelah hujan turun, jalur menjadi sangat becek dan sangat licin, ditambah trek yang terus menanjak tanpa henti. Setelah melewati kesulitan yang menggebu-gebu, kami tiba di pos 4 atau shelter V yang jaraknya sudah tidak jauh lagi dari surya kencana. Kami tiba disana jam 5 sore.

Akhirnya setelah perjalanan tepat 5 jam 45 menit dengan minim berhenti yang lama, tepat jam setengah 6 sore kami tiba di lembah yang sangat indah. Dari hutan yang sangat rapat ini tiba-tiba kami disuguhkan keindahan lembah yang menyimpan tanaman edelweis sangat banyak, bahkan luas dari lembah ini 4x dari GBK, akhirnya Surya Kencana!

Bagi kita yang naik dari gunung putri, maka surya kenca timurlah yang duluan kita capai. Jika dari cibodas, maka puncak dululah yang dicapai, dan jika dari selabintana, maka surya kencana barat lah yang dicapai. Setelah tim kami semua kumpul, kami mencari spot buat mendirikan tenda di surya kencana. Kami berjalan dahulu ke tengah atau titik 0 surya kencana agar tidak terlalu jauh ke puncak dan juga tidak terlalu jauh untuk turun karena kami turun via gunung putri lagi.



Sesampainya di titik 0km surya kencana, kami langsung mendirikan tenda, ganti baju karena basah hujan ketika naik, masak-masak dan lekas tidur! 

Rencana memang tinggalah rencana, mau muncak buat ngeluat sunrise di puncak gede ternyata kami semua baru kebangun jam 6 pagi karena lelah yang melanda. Bangun tidur pemandangan surya kencana sangat indah tiada duanya dari tenda kami. Bonusnya lagi pada saat itu, di tengah surya kencana terdapat aliran air yang biasanya kering kata temen saya, jadi sumber air sangat dekat dari tenda kami. Sebelum muncak, seperti biasa ritual kami yaitu masak untuk sarapan terlebih dahulu. Setelah itu barulah kita mulai penanjakan untuk menuju puncak gede.

Setelah proses masak memasak selsai, kami bergegas siap-siap untuk menuju puncak Gede. Cuaca pada saat itu cerah dan terkadang mendung terkadang cerah kembali, begitulah kesulitan kami untuk memprediksi cuaca di gunung Gede. Dari tempat camp kami menuju puncak di tembuh dalam waktu 45 menit saja dengan trek yang menanjak terus. Kami di bonuskan dengan tidak membawa carrier seperti orang-orang lain yang naik dari putri ataupun cibodas turun nya lewat cibodas. Perjalanan yang cukup melelahkan karena terus menanjak akhirnya kami tiba di puncak gunung Gede. Tetapi sayang pada saat itu puncak sedang dilanda kabut tebal, sehingga gunung Pangrango saja tidak terlihat sama sekali. Untungnya kami dimanjakan dengan indahnya kawah gede dan surya kencana yang sangat terlihat dari puncak.

Puas menikmati keindahan puncak Gede, kami bergegas turun kembali ke tenda kami. Perjalanan turun tiba-tiba cuaca gelap dan berkabut tebal. Gerimis pun turun tetapi tidak deras sehingga kami tidak perlu memakai jas hujan. Sesampainya di tenda baru deh hujan turun dengan derasnya. Hingga kami menunggu sampai jam setengah 6 sore hujan baru berhenti, kami bergegas packing untuk turun kembali melalui jalur gunung putri.

Kami turun sekitar jam 6.15 sore (tepat mahgrib) melenceng dari rencana yaitu jam 5 sore kita turun. Hal itu disebabkan hujan deras yang terjadi di surya kencana dari jam 11 siang hingga jam setengah 6 sore. Kami turun melalui jalur putri lagi, jangan ditanya turunnya lebih enak daripada naik, licin parah dan rawan sekali terlebih hanya  rombongan kami saja yang turun pada malam itu. Perjalanan turun gajauh beda sama perjalanan naik, butuh waktu 5 jam sampai di basecamp Haji Anwar karena jalan yang sangat licin, becek, dan juga ada teman yang matanya agak terganggu di malam hari.

Sebelum sampai basecamp, ternyata pos pengawasan sudah tidak ada orang, padahal sebelumnya ada pendaki yang berpapasan dengan kami ingin naik keatas. Simaksi kami taroh saja dimeja karena sudah lelah dan ingin segera tidur di basecamp untuk persiapan pulang esok hari nya.

Senin, 20 Februari 2017

8 Hal Yang Wajib Kamu Ketahui Tentang Gunung Andong



Jika kamu sedang mencari gunung yang ideal untuk pemula, salah satu opsi yang bisa kamu pilih adalah Gunung Andong. Meski sudah sangat mainstream, menjadikan Gunung Andong sebagai tujuan pendakian bukanlah pilihan yang salah. Apalagi untuk pemula
Gunung Andong secara administratif masuk wilayah Kabupaten Magelang namun lebih dekat jika diakses dari Kota Salatiga via Kopeng. Nama Gunung Andong semakin melejit karna meskipun mungil namun gunung ini memiliki pemandangan yang aduhai
Tinggi maksimal Gunung Andong hanya 1.726 mdpl. Meskipun demikian, mendaki Gunung Andong tanpa persiapan adalah hal yang keliru. Untuk sampai ke puncak kita memang hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 jam, namun track Gunung Andong cukup curam. Untuk yang belum terbiasa mendaki gunung, hal ini akan cukup merepotkan. Di sepanjang jalur pendakian juga tidak ada shelter untuk mendirikan tenda jadi mau tak mau kita harus sampai ke puncak
Sebelum mendaki Gunung Andong, sebaiknya ketahui dulu beberapa hal berikut ini

1. Ideal untuk pemula

Seperti yang sudah disinggung di atas, tinggi maksimal Gunung Andong hanya 1.726 mdpl. Dengan tinggi segitu kita hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke puncak. Track yang akan kita lewati sepenuhnya merupakan tanah liat, tak ada track pasir sama sekali. Kemiringan track Gunung Andong sekitar 45 derajat dan konstan. Kita tidak akan menemukan track datar sama sekali
Dengan kondisi track demikian — ditambah tinggi maskimalnya yang hanya 1.726 mdpl — Gunung Andong menjadi salah satu gunung yang paling ideal untuk para pendaki pemula. Sedangkan untuk pendaki yang sudah berpengalaman, Gunung Andong bisa dijadikan objek pelepas rindu jika keinginan untuk mendaki sudah di ubun-ubun sementara keadaan belum memungkinkan untuk mendaki gunung yang lebih tinggi dengan track yang lebih kompleks

2. Ramainya ga ketulungan


 Sejak ada Instragram dan media sosial lain, nama Gunung Andong semakin tenar. Mereka yang tadinya belum tahu tentang gunung ini mendadak jadi tahu. Mendengar fakta bahwa tinggi Gunung Andong hanya 1.726 mdpl, mereka yang tadinya tidak suka mendaki gunung mendadak menjadi suka. Banyak orang yang pada akhirnya juga ingin menikmati keindahan Gunung Andong
Tak heran kalau Gunung Andong tak pernah sepi dari kunjungan pendaki. Bahkan saat weekend, kita mungkin akan sangat kesulitan menemukan tempat kosong untuk mendirikan tenda. Sebelum seramai sekarang, dulu hanya ada satu jalur pendakian ke Gunung Andong yakni melalui Desa Sawit. Namun, saat ini sudah dibuka jalur lain melalui sisi sebelah timur
Kalau ingin mendapatkan suasana yang lebih sepi, mungkin kamu bisa datang ke Gunung Andong saat weekdays

3. Kecil-kecil cabe rawit

Memang benar bahwa tinggi Gunung Andong hanya 1.726 mdpl. Namun, kondisi track yang curam cukup untuk membuat kaki merasa pegal. Jadi, kalau ingin mendaki Gunung Andong kita tetap membutuhkan persiapan fisik. Terutama kalau kamu belum pernah mendaki gunung sama sekali

4. Punya 4 puncak


Puncak Gunung Andong berbentuk memanjang dari barat ke timur. Di sepanjang bentangan puncak tersebut terdapat beberapa titik yang dianggap sebagai puncak. Terhitung ada 4 puncak yang akan kita temukan di Gunung Andong. Dari yang paling barat ada Puncak Makam kemudian Puncak Jiwa, Puncak Andong dan Puncak Alap-alap (paling timur). Puncak Andong merupakan titik tertinggi di Gunung Andong. Dari masing-masing puncak tersebut kita akan disuguhi pemandangan alam yang indah

5. Bertetangga dekat dengan Gunung Merbabu

Salah satu hal menarik yang akan kita dapatkan ketika mendaki Gunung Andong adalah kita akan sangat dekat dengan Gunung Merbabu. Pemandangan Gunung Merbabu benar-benar akan terlihat dengan sangat jelas di pelupuk mata. Dekat sekali. Saat melakukan pendakian pada malam hari, kita bahkan bisa melihat kilatan lampu senter milik pendaki yang sedang mendaki Gunung Merbabu

6. Tidak ada shelter di jalur pendakian

Di sepanjang jalur pendakian menuju puncak Gunung Andong kita tidak akan menemukan shelter untuk mendirikan tenda. Satu-satunya area camping di Gunung Andong adalah di puncak. Jadi — sekali lagi — untuk kamu yang belum pernah mendaki gunung, jangan lupa siapkan fisik yang prima sebelum mendaki Gunung Andong

7. Ada sumber air


Kabar baiknya, di jalur pendakian Gunung Andong (via Sawit) kita akan menemukan sebuah sumber air yang dialirkan melalui sebuah pipa sehingga perihal kebutuhan air bukan menjadi masalah ketika mendaki Gunung Andong. Namun, hati-hati ketika melewati titik ini. Kondisi track tanah liat yang terkena air akan menjadi sedikit licin

8. Ada warung di puncak

Kebutuhan logistik bukanlah sebuah masalah besar di Gunung Andong. Tanpa membawa logistik pun kita tak akan kelaparan karna di puncak Gunung Andong sudah mulai ada warung. Warung tersebut bukan berbentuk bangunan rumah seperti yang ada di Gunung Lawu melainkan tenda plastik dengan ruangan cukup luas. Namun, besar kemungkinan kalau warung di puncak Gunung Andong hanya akan buka pada akhir pekan serta hari-hari libur

http://www.yukpiknik.com/artikel/8-hal-yang-wajib-kamu-ketahui-tentang-gunung-andong/


Daftar Gunung Indonesia yang Tutup dan Buka (Selalu Diperbarui)

Terakhir Diperbarui: 09 Februari 2017

Dengan alasan musim yang tidak menentu, bencana, badai yang selalu menerjang, beberapa gunung di Indonesia ditutup untuk sementara. Beberapa alasan lain bisa karena pemulihan sistem serta penghijauan di area gunung.
Dikarenakan kondisi yang tidak menentu, hujan dan badai yang bisa datang tiba-tiba dan merusak mood serta membahayakan keselamatan, dimohon untuk menunda pendakian dahulu. Jikapun sudah terlanjur, siapkan peralatan pendukung ya, biar pendakian tetap aman dan nyaman.
Sebagai tambahan, informasi status gunung tersebut didapat dari berbagai media seperti portal resmi website gunung bersangkutan, informasi pendaki dari berbagai grup, dan lain sebagainya. Beberapa di antaranya dinyatakan valid serta mencantumkan sumber dan bukti (surat edaran misalnya).


Nama Gunung
Status
Keterangan
AndongBuka-
ArgupuroBuka-
ArjunaTutupCuaca buruk dan sering terjadi badai, revitalisasi jalur, dan reboisasi
BromoBukaDilarang mendekati kawah
ButakBuka-
CikurayBuka-
CiremaiBukaSumber Informasi
Gede-PangrongoTutup30 Desember 2016 sampai 31 Maret 2017
GunturTutupSampai batas waktu yang belum bisa ditentukan
HalimunTutupSampai batas waktu yang belum bisa ditentukan
IjenBuka-
KawiBuka-
KeludBuka-
KerinciTutupCuaca masih kurang kondusif, info dari pendaki masih sering terjadi gempa
LawuTutupCuaca buruk dan sering terjadi badai serta kabut tebal
MerapiBuka-
MerbabuBuka-
PandermanBuka-
PapandayahBukaInformasi belum sepenuhnya valid
PenanggunganBuka-
PrauTutup05 Januari 2017 sampai 05 Maret 2017
RaungTutup-
RingitTutupSampai batas waktu yang belum bisa ditentukan
RinjaniTutup30 Desember 2016 sampai 31 Maret 2017
SalakTutup01 Januari-Kondisi memungkinkan
SemeruTutupDitutup kembali karena ada pendaki yang hilang
SinabungTutup-
SindoroBukaSumber Informasi
SlametBukaSumber Informasi
SumbingBuka-
TelomoyoBuka-
UngaranBuka-
WelirangTutupCuaca buruk dan sering terjadi badai, revitalisasi jalur, dan reboisasi
WilisTutupSampai batas waktu yang belum bisa ditentukan
Tulisan ini akan diperbaharui jika terdapat informasi baru seputar jalur pendakian gunung.
http://www.bentara.id/daftar-gunung-yang-tutup-di-tahun-2015/

Gunung Bukan Tempat Sampah



detikTravel Community -  
Mendaki gunung menjadi favorit para petualang, terutama bagi anak muda. Sayangnya, masih ada saja yang suka buang sampah sembarangan selama pendakian!

Mendaki gunung menjadi salah satu olah raga yg sedang ramai-ramainya diminati oleh anak muda di Indonesia. Tak jarang, saat ini banyak muncul pendaki dadakan yang sekedar ingin foto keren untuk di unggah di sosial media agar tambah eksis.

Mendaki gunung sebenarnya tidak hanya ingin tampak keren, jadi asal sampai puncak, sudah merasa paling keren.

Sebagai pendaki, kita tidak hanya dituntut punya fisik yg kuat, tapi juga kemampuan survival di alam liar. Sebab, gunung bisa jadi sahabat bagi pendaki yang juga bissa menjadi alam liar berbahaya. Selain itu kita sebagai pendaki kita harus memiliki kepedulian terhadap alam, teman satu tim bahkan orang lain yg kita temui di gunung. Poin terakhir paling penting.

Ramainya pengunjung di semua gunung menjadikan fenomena 'banyak pendaki = banyak sampah'. Artinyaa, masih banyak pendaki yang belum sadar diri dan peduli terhadap kelestarian alam. Memetik daun saja tidak boleh, apalagi meninggalkan sampah.

Sedih sekali melihat gunung yang seharusnya bersih dari sampah, malah terlihat seperti TPS (tempat pembuangan Sampah). Ini beberapa foto yang saya ambil di Gunung Rinjani di Lombok dan Gunung Prau di Jawa Tengah. Miris melihatnya.

Sebagai pendaki, seharusnya bisa menjaga alam agar tetap besih. Bawa kembali turun sampahmu, karena gunung bukan tempat sampah. Jika tidak mau membawa turun sampah lebih baik jangan mendaki. Salam Lestari.
http://travel.detik.com/read/2017/01/16/132400/3384259/1025/1/gunung-bukan-tempat-sampah

Hipotermia: Bagaimana Mencegah dan Cara Mengatasinya Ketika di Gunung?

Belajar banyak tentang bagaimana mencegah dan cara mengatasi hipotermia ketika berada di gunung, jangan sampai kita tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika itu terjadi kepada kita atau teman kita …


Hipotermia, suatu jenis penyakit yang wajib diwaspadai oleh para pendaki gunung, hipotermia bisa menyerang siapa saja dan bila tidak ditangani secara cepat dan tepat bisa mengakibatkan kematian. Banyak kasus pendaki gunung yang meninggal dunia akibat hipotermia, dan sayangnya orang-orang disekitarnya tidak bisa membantu banyak karena tidak tahu cara mengatasinya.

Definisi Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi dimana mekanisme tubuh mengalami drop dan kesulitan saat upaya pengaturan suhu tubuh dalam mengatasi tekanan suhu dingin disekitarnya.
Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh inti manusia jatuh jauh dibawah suhu tubuh normalnya. Hal ini dapat dengan mudah menimpa orang yang bila terkena angin dingin atau dalam keadaan basah yang terlalu lama. Kondisi ini sering dijumpai khususnya oleh para pendaki gunung.
Gejala awal penderita, saat suhu tubuh mulai menurun drastis, ia akan menggigil sebagai bentuk upaya tubuh menghangatkan diri, setelah itu tiba dimana tubuh kehilangan banyak energi, hingga batas energi penderita habis lalu memasuki fase kritis, saat-saat dimana jika tak tertolong bisa berakhir kepada kematian.

Cara Mencegah Hipotermia

Berikut beberapa tips untuk mencegah serangan hipotermia:
  1. Selalu lengkapi pendakian dengan perlengkapan sesuai prosedur pendakian, seperti contohnya jaket gunung (polar didalam, anti air dan anti angin), celana lapangan quickdry yang saat basah cepat mengering, sleeping bag, kaos kaki, sarung tangan polar, raincoat atau jas hujan.
  2. Hindari kontak dengan air secara langsung. Jika hujan turun segera kenakan jas hujan, walaupun hujan yang turun tidak terlalu lebat atau masih rintik-rintik. Hujan yang rintik inilah yang seringkali menjadi penyebab lalainya pendaki yang dengan gengsinya beresiko terserang hipotermia.
  3. Jangan pernah mendaki dengan menggunakan celana jeans! celana jeans akan sangat sulit kering jika terkena basah baik oleh keringat maupun air hujan.
  4. Jangan berlama-lama mengenakan pakaian basah, pakaian basah adalah faktor utama penyebab turunnya suhu tubuh. Segera ganti dengan pakaian yang kering.
  5. Pastikan tidur dalam kondisi yang hangat, minimal tidak kedinginan. Alasi alas tidur dengan matras, gunakan sleeping bag, lapis tubuh dengan jaket tebal berbahan polar didalamnya, gunakan kupluk, double kaos kaki, juga pakai sarung tangan polar. Pastikan tidur anda nyaman dan aman dari hawa dingin.

Cara Mengatasi Hipotermia

Penjelasan cara mengatasi penderita hipotermia dibedakan berdasar kondisi penderita, penderita dalam keadaan sadarkan diri atau dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Penderitan dalam keaadaan sadarkan diri
  1. Ganti baju basah, dengan baju kering.
    Seperti disebutkan diatas, pakaian dalam keadaan basah lah yang bisa menjadi faktor utama serangan hipotermia datang. Ganti segera baju dan celana yang basah dengan pakaian yang kering nan hangat. Ganti secara perlahan, harus hati-hati karena tubuh penderita sangat rentan dengan goncangan.
  2. Kasih minuman hangat.
    Selanjutnya beri minuman hangat. Minuman yang hangat akan membantu tubuh untuk mengembalikan suhu tubuh yang hilang. Contohnya coklat hangat atau teh hangat.
  3. Kasih makanan berkalori tinggi.
    Dalam usaha menyeimbangkan suhu tubuhnya manusia membutuhkan kalori yang tinggi, karena itu sangat disarankan penderita dibantu untuk mengkonsumsi makanan yang berkalori tinggi seperti sereal, sup hangat, coklat dan minuman manis lainnya.
  4. Ajak bergerak.
    Jika kondisi sudah membaik, penderita sudah mulai merasakan hangat di tubuhnya. Selanjutnya ajak penderita untuk bergerak, ajaklah ia berolahraga kecil agar tubuhnya maksimal dalam menghasilkan suhu tubuh. Tapi ingat jangan sampai membuat penderita terlalu lelah dan mengeluarkan keringat, karena jika berkeringat maka akan membuat pakaiannya basah dan bisa menimbulkan dingin datang kembali.
  5. Buat api unnggun di sekitar.
    Usaha terakhir anda bisa membuat api unggun di sekitar guna menangkis udara dingin sekitar. Pastikan api unggun yang dibuat aman dan tidak membahayakan sekitar tenda.
Penderita dalam keadaan tidak sadarkan diri
Kondisi kedua adalah ketika kondisi penderita sudah kritis dan tidak sadarkan diri.
  1. Ganti baju basah, perlahan.
    Pertama ganti bajunya yang basah perlahan, ganti dengan pakaian yang kering. Ingat harus hati-hati dan perlahan.
  2. Masukkan kedalam sleeping bag.
    Selanjutnya, jika sudah diganti dengan baju yang kering kemudian masukkan penderita kedalam sleeping bag dan lapisi dengan lapisan yg hangat, seperti jaket dan juga selimut.
  3. Buka bajunya peluk tubuhnya. kulit ketemu kulit.
    Jika memungkinkan buka bajunya dan peluk tubuhnya (dengan keadaan sama-sama tidak berpakaian), kulit ketemu kulit, dipercaya atau tidak ini akan membantu mempercepat peningkatan suhu tubuh.
  4. Upayakan agar penderita segera sadarkan diri.
    Tepuk-tepuk pipinya, ajak bicara. sebut namanya terus hingga ia sadarkan diri.
  5. Jika sudah sadarkan diri lakukan penanganan seperti point diatas “penanganan saat penderita dalam kondisi sadarkan diri”
Demikian semoga bermanfaat. Salam ðŸ™‚

Bantu Share info ini ya ke teman-teman para pendaki lainnya, agar terhindar dan tahu bagaimana menghadapinya ketika ada yang terserang hipotermia…
http://jejakpendaki.web.id/cara-mengatasi-hipotermia-ketika-di-gunung

16 TIPS UNTUK PENDAKI PEMULA

SEBELUM PENDAKIAN


1. PERSIAPAN - PELAJARAN - PERENCANAAN
Gua sebenernya udah saatnya buat nulis yang super serious karena you know lah, gua udah gak bisa main-main lagi. Udah saatnya serius dan meniqa. Pret. 

Jadi, sebelum mendaki gunung ada 3 hal yang wajib banget dilakukan. 3 hal ini masih dalam tahap gak ngapa-ngapain kecuali mikirin. Nah, yaitu persiapan, pelajaran, dan perencanaan. Mari kita breakdown satu-satu:

Persiapan-Adalah saat dimana kamu menyiapkan segala sesuatunya seperti mental yang kuat, niat yang baik, dan izin orang tua yang sudah dikantongi. Mengapa semuanya menjadi penting? Karena, naik gunung bukan sekadar pake kaos MY TRIP MY ADVENTURE-NATGEO yang mana keduanya itu beda banget dan gak ada hubungannya satu sama lain. Tapi naik gunung lebih ke, bertahan dari kelemahan diri sendiri, survive, dan kembali lagi ke rumah. Naik gunung tuh chapeque tahu gak sih?

Niat yang baik tentu aja diperlukan, dimana, niat yang baik ini akan mengantarkan perilaku terbaikmu ketika di gunung nanti. Kalau niatmu baik, kamu gak bakal kepikiran tuh bawa-bawa tipe-x buat coret-coret batu di gunung, bawa-bawa pisau buat ngukir pohon, atau bawa-bawa kertas yang ditulisin terus ditinggal gitu aja di gunung. Niat yang baik, bakal membawa kebaikan buat kamu dan gunung itu sendiri. 

Sama ijin orang tua. Ini menjadi sangat penting. Mengapa? Ingat sama kejadian pendaki cewe yang nekat ke Semeru dan ternyata gak ijin sama ibu-bapaknya? Nah, bisa aja kejadian kayak gitu menimpa kamu. Coba, sedih banget gak sih, pamitnya cuma main sebentar, tau tau orang tuanya denger kalo anaknya ditemukan tewas di gunung Semeru. Mana anaknya cantik.... :(

Pelajaran-Seperti yang gua tulis di 7 Cara Menjadi Pendaki Yang Budiman, bahwa naik gunung juga perlu belajar. Belajar mendaki gunung ada banyak macamnya, misalnya medan gunung yang akan didaki, waktu tempuh, jenis gunung yang banyak air apa yang miskin air, apa yang perlu dilakukan sebelum mendaki gunung, dan masih banyak lagi variabelnya. Lebih tepatnya, pelajari kondisi gunung yang akan didaki nanti.

Perencanaan-Semua hal di dunia ini perlu perencanaan, gak cuma di dunia finansial, tapi juga di dunia pendakian. Perencanaan  bisa dimulai dari menentukan gunung mana yang mau didaki pertama, mau jalan sama teman-teman dalam bentuk share cost apa mau ikutan open trip. Semua harus direncanakan dengan baik-baik. Gak perlu mateng-mateng banget.

2. ITINERARY
Hmm. Sebenernya itinerary sama perencanaan itu gak jauh beda sik. Haha. Tapi ya, kalau itinerary inilah yang jauh lebih matang dari yang tadi. Itinerary ini sifatnya lebih detail. Seperti yang udah gua tulis di Itinerary Pendakian Gunung, bahwasanya, detail dari berangkat dimana, ngumpul dimana, waktu jalan kapan, jam berapa ngapain aja, balik lagi ke rumah jam berapa, itu musti detail banget, meskipun gak akan setepat waktu itu kalau udah dijalanin. Tapi ini penting. Supaya kita bisa perkirakan kehidupan kita nanti. Persis kayak rundown kalau kamu lagi bikin acara-acara macem-macem di kampus atau di kantor.

3. LENGKAPI PERALATAN MENDAKI
Setelah tau tujuan pendakian dan itinerary, kita akan segera bisa men-define apa-apa saja peralatan yang diperlukan. Yang pasti, peralatan standar pendakian kayak sendal/sepatu gunung yang cocok buat jenis gunung tersebut (baca: Memilih Sepatu Gunung), tenda, springbed sleeping bag, alat masak, nesting, dan lain selengkapnya yang bisa dibaca di Peralatan Mendaki Gunung. Perlatan mendaki bisa sama bisa berbeda tergantung jenis orang dan jenis gunungnya. Kalau kayak gua, udah gak keitung berapa juta orang yang bilang kalau gua rempong kebanyakan bawaan, meskipun gunungnya gemes. Bisa kebayang kan kalau gunung yang berhari-hari banget?

4. PERSIAPAN FISIK - OLAHRAGA
Satu yang kadang dilupain sama orang-orang yang excitement-nya terlalu tinggi pas tau mendaki. Gua kadang bingung juga sih, dulu waktu pertama kali mau mendaki gunung, meskipun seneng bukan kepalang tapi rasa ragu, cemas, khawatir, dan ragu-ragu ikutan menyelusup ke dalam ruang hati ini sehingga membuat gua kerap berpikir ratusan kali, jadi gak ya, sanggup gak ya, mampu gak ya?

Akhirnya, gua makin memantapkan diri dan berusaha sebaik mungkin nyiapin mental dan fisik sebegitunya. Masih ingat banget dulu, sebulan sebelum naik gunung, mengingat gua gak pernah olahraga sebelumnya, gua gila-gilaan lari ngelilingin UI. Gak cuma lari, tapi loncat-loncat, lari turun bukit kecil-kecilan UI. Demi membuat fisik gua siap menghadapi terjalnya Gunung Merbabu. Tapi kayaknya para newbie sekarang, cuma kegirangan doang mau naik gunung pertama tanpa mempersiapkan diri sebegitunya. Jangan ikut-ikutan yang bandel yak! Tetap Olahraga Sebelum Mendaki, kecil-kecilan aja juga gak papa.

5. MANAJEMEN LOGISTIK
Okay. Peralatan udah. Olahraga udah. Itinerary udah. Nah sekarang saatnya management logistik. Yup, logistik adalah barang bawaan manjat yang wal khususon ke makanan. Lebih kepada apa aja sih makanan yang harus kita bawa pas pendakian?

Biasanya kalau makanan berat sih selalu dibagi kelompok. Termasuk air. Makanan ringan bisa dibilang tanggung jawab pribadi dengan selera pribadi. Apa saja makanan yang biasa gua bawa? Coba intip postingan Menu Makanan Pendakian ini.

6. SURAT IZIN PENDAKIAN
Namanya SIMAKSI. Aduh kepanjangannya lupa. Kayaknya Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi, deh. Surat ini biasanya ada di gunung-gunung yang udah jadi kawasan konservasi kayak TNGGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) dan TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak). Tapi aturan mendapatkan surat-surat ini biasa berbeda setiap gunung. Kalo TNGGP emang agak rempong, jadi musti didapetin beberapa hari sebelum nanjak dan harus daftar online, gak kayak gunung yang lain.

7. SIAPKAN OUTFIT YANG TEPAT
Outfit yang tepat adalah dimana kita kalau bisa bawa baju yang cukup, kering, dan memadai untuk masa pendakian. Gak usah berlebihan gak usah kekurangan. Pas aja. Dengan bahan yang sesuai untuk pendakian kayak baselayer, dryfit, celana kargo, maupun kaos-kaos mudah kering.

Jaket dan segala rupa juga musti dibawa. Oiya, ada saran dari beberapa teman, kalau bisa, naik gunung dengan outfit berwarna yang mencolok agar mudah ditemukan ketika ilang *amit-amit jangan sampe tapi*. Warna mencolok misalnya bright white, shocking pink, atau ijo stabilo. Pokoknya yang bikin temen-temen kamu silau sekaligus kesel ngeliatnya.

SAAT PENDAKIAN


8. AKLIMATISASI
Kayak yang udah gua tulis di Hipotermia Bukan Cuma Di Kutub Utara, bahwa tubuh kita memerlukan aklimatisasi sebelum mendaki. Badan kita perlu mengetahui kondisi gunung. Tingkat dinginnya seberapa. Kondisi alamnya kayak gimana. Agar siap sebelum pendakian dimulai. Bisa dilakukan dengan stay dulu semalam di basecamp pendakian. Atau ngemil-ngemil cantik dulu sebelum manjat.

9. BERDOA SEBELUM MENDAKI
Seperti yang gua bilang di Tips Mendaki Anti Nyasar, bahwa terkadang mungkin saking excitednya kita mau ketemu alam bebas. Mau muncak gunung. Mau selfie, kita suka lupa berdoa. Sekali lagi ini penting. Perkara percaya Tuhan atau gak, paling tidak, dengan berdoa seperti: "semoga pendakian ini baik-baik saja, lancar, dan aman" bisa kasih ketentraman di hati kita. Dan kelancaran di pendakian. Betul gak mamah dedeh?

10. IKUTI PROSEDUR #SAFETYFIRST
Saat mendaki gunung, ikuti prosedur #SAFETYFIRST yang udah gua tulis itu. Gak berat kok. Dan sekali lagi, ikuti juga tips mendaki anti nyasar itu. Kalo capek bilang, kalo lelah dikasih harapan palsu bilang, kalau mau teriak, tinggal teriak. Asal, jangan sampai kejadian kenapa-kenapa diem aja. Kasian teman rombongannya. Ikuti itinerary yang udah dibuat rombongan, dan percayalah pada team leader. Eh, percaya pada masing-masing rombongan serta percaya diri juga.

11. BAWA TURUN SAMPAH 
Kalau ini sih ya, kayaknya harus terus menerus gua edukasi. Bawa sampah itu enteng kok. Emang rempong aja sih, gede gitu di plastik. Tapi kan, yang bekas makan ngana, yang bekas minum ngana, yang bawa-bawa bebarang itu ngana, masa orang lain yang bawain? You think you flower? Cantik banget kayak ratu sampahnya gak mau dibawa turun?

Karena sesungguhnya, yang sampah adalah kamu kalau gak membawanya turun. Soalnya dia gak punya kaki buat turun sendiri, iya gak?

Selalu ingat ini:

Take nothing but pictures.
Leave nothing but footprints.
Kill nothing but time.

12. TETAP HIDUP
Tujuan mendaki gunung yang utama, iya, bullshit kalau bukan puncak, pasti puncak. Tapi akan diiringi tujuan berikutnya yang jauh lebih penting daripada puncak, yaitu, pulang ke rumah dengan selamat.

Karena tentu aja, pendaki yang sukses, pendaki yang cool, kece, pendaki yang penuh pengalaman segudang, adalah pendaki yang tetap hidup. Berjuanglah tetap hidup dan jangan berbuat konyol yang sekiranya membuat kamu bisa kehilangan nyawa (meskipun naik gunung itu sendiri ada sebagian resiko bakal kehilangan nyawa dengan berbagai cara). Kalau pendaki yang tidak hidup lagi namanya almarhum atau almarhumah.

Pilih mana?

SESUDAH PENDAKIAN

13. KABARI ORANG TERDEKAT
Orang terdekat gak melulu soal keluarga. Bisa jadi gebetan, pacar, calon pacar, calon suami/istri, atau calon putus. Ya bisa siapa aja kan. Meski sewajarnya sih keluarga dulu. Karena mereka kan pasti khawatir lah ya kalau anaknya belum ada kabarnya dari gunung. Ngakunya cuma naik Gunung Munara yang cuma sehari, eh, ternyata naik Gunung Lawu yang sampe 3 hari.

Nah, biar mereka gak khawatir dan mikir macem-macem, pastikan setelah turun gunung dan dapet sinyal lagi, langsung kabarin!

14. ISTIRAHAT
Paling enak waktu sampe ke basecamp adalah ini, istirahat. Kebayang gak sih kamu akhirnya sampe lagi di peradaban dan bikin isi kepala kamu yang pengen teteriakan gemes serta nangis-nangis manja karena udah sampe lagi di bawah dengan selamat?

15. MANDI
Yap, mungkin cuma gua yang mementingkan mandi di atas segalanya setelah sampai di bawah. YA AMPUN! Air itu rasanyaaaa segar bangettttt! Hampir semua gunung, pasti airnya jauh lebih segar, dingin, dan membuat kita rejuvenating. Halah halah apa itu artinya. Intinya, sayang banget kalau begitu sampai bawah gak melakukan ritual mandi. Rasanya, kayak ada yang kurang!

16. MAKAN ENAK
Waktu lagi perjalanan turun gunung dengan sisa-sisa tenaga, biasanya yang paling menguatkan adalah ketemu lagi sama makanan-makanan enak. Kalau gua, biasanya, fetish terbesar gua adalah makan sate ayam, es kelapa muda, mie ayam, sama JUNKFOOD! OMG ENDES BANGET!!!

http://www.jalanpendaki.com/2015/09/16-tips-untuk-pendaki-pemula.html